who are you?

Disini daerah kekuasaanku. Kalau minat silahkan baca.. kalau nggak ..tinggal klik back aja yang tersedia di ponsel kamu. Oh iya, jangan lupa makan yak...

Kamis, 12 Juli 2018

Congrat to me

Ehmmm


Aku senang, karena setelah melewati serangkaian kekecewaan ternyata aku bisa mewujudkan mimpiku selama ini. Yah, bukan sesuatu yang besar... Aku hanya bermimpi menjadi seorang Penulis. Gak banyak Penulis yang hidup dari karyanya, memang... Menjadi penulis tidak membuatku mendadak menjadi milyarder, tetapi aku bangga pada diriku sendiri.

Setelah sekian lama, akhirnya aku menyelesaikan satu buah cerita yang kini siap cetak. Tetapi, aku merasa sedih, aku merasa begitu kecil di hadapan mereka hingga tak layak mendapatkan yang seharusnya menjadi Hak-ku. Tak apa aku baik-baik saja, jika kau merasa kasihan.

Begitukah sikap seorang profesional ?

Tidak. Kupikir aku yang terlalu bodoh memercayai mereka atau mungkin aku terlalu jahat mencurigai mereka? Ingin rasanya aku menyudahi pemikiran itu di kepalaku dan mulai fokus menulis lagi, tetapi entah bagaimana caranya pikiran-pikiran jelek ini diam-diam menyusup ke dalam benakku.

Sudahlah, aku baik-baik saja, bukan? Lantas mengapa aku merasa tersisihkan, aku merasa  dibodohi. 😢 
Begini, ceritaku mungkin gak terlalu menarik.. Tetapi jika dibandingkan dengan peserta lain tulisanku yang terbaik. Tapi kenapa harus ada tulisan bayangan yang jelas2 mereka tidak ikut serta di perlombaan ini dan dijadikan pemenang?
Apa kami seburuk itu? Atau karena kalian gak ikhlas mengeluarkan hadiah untuk kami? 
Jujur saja, aku bahkan gak tertarik dengan hadiah sekecil itu... Alasan terbesarku ikut lomba ini hanya untuk mengasah sejauh mana kemampuanku di kepenulisan ini. Walau begitu, memang harus ya kami dipecundangi?
Apa harus aku membocorkan semua rahasia kalian? 
Plislah.. Kalau emang gak mampu dan gak ikhlas untuk melakukan kebaikan untuk orang lain, sebaiknya tidak usah melakukan apa pun, tidak perlu bikin perlombaan seperti ini. Kasihan mereka yang berharap lebih atas karyanya...

Aku benci drama..


Baiklah rasanya aku capek memendam perasaan kecewa seperti ini, jadi aku akan memberi sedikit bocoran tentang dari mana asalnya kisah yang kutulis dalam buku itu. Sebaiknya kau dengarkan baik-baik wahai silent readers-ku 😀 

Cerita itu aku ambil dari kehidupan persahabatanku, dimana satu persatu di antara kami memudar dari porosnya. Bukan menghilang, tetap ada namun seperti memudar perlahan-lahan. Entah berjalan cepat hingga kami tak mampu melihat dan menyusulnya atau dia melambat dan tertinggal dan kami tak menyadarinya, aku tidak tahu. Yang pasti, aku merasakan hal itu terjadi dan terjadi pula padaku.

Terkadang aku merasa tertinggal begitu jauh, namun kadang aku pun merasa terlalu cepat meninggalkan mereka. Jika kau memiliki sahabat, kelak atau mungkin pernah mengalaminya... aku yakin, aku bukan satu-satunya orang yang mengalami hal ini.

Ada yang selalu beriringan denganku, kami nyaris serupa... Namun, dia selalu mencuri cahaya dariku, hingga aku tak terlihat, bila dilihat dari dekat kami tampak seiring nanmun dari jauh hanya ada satu cahaya yang menandakan bahwa kami ada. Lagi-lagi, aku merasa tersisihkan..

Namun, bukan hanya itu... Aku menyisipkan potongan-potongan kisah yang akan aku lanjutkan di buku selanjutnya (in syaa allah), semoga kau menemukannya bila membacanya. Aku hanya berharap kau membacanya, ketahuilah, aku tak berharap hujan duit setelah buku ini dibacamu, aku hanya ingin kau tahu, persahabatan adalah cahaya ketika aku merasa terjebak di terowongan panjang dalam waktu lama. 

Aku tidak pandai membuat kata-kata romantis, tapi kalau membuat sesuatu yang terdengar aneh aku adalah jagonya. Yah, buku ini akan terdengar aneh di semua indra-mu 😆😆 






Jika kau berkenan, aku akan sangat senang jika kau mengirim email ke Penerbitebook.indonesia@gmail.com dan memesan buku-ku sebanyak-banyaknya muehehehe 

Atau hubungi aku di herninuria@gmail.com jika kamu ingin bergabung di group sharing kepenulisan.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar